“Jika sinarmu dinantikan oleh semesta, maka bersinarlah dan jangan pernah redup” (Rembulan) Ada milyaran manusia di atas bumi tuhan yang mungil ini. Namun, hanya ada satu senja untuk masing-masing mata yang mencintai langitnya. Jika sukap terlampau bodoh mencuri senja untuk Alina yang teramat sangat dicintainya. Berbeda dengan bulan yang mencintai senja nya dengan cara yang amat bersahaja. Hari itu untuk pertama kalinya, ku pikir, aku melihat senyum tuhan di langit sebelah barat kala mentari akan terbenam menuju malam. Setiap hari tanpa absen barang sekali pun aku sempatkan mendaki hanya untuk mengucapkan “Sampai jumpa kembali”. Kau tau setelah itu? Ada banyak hal yang membuat cahaya bulan tiba-tiba menjadi redup. Seperti saat mendadak langit diselimuti mega hitam, atau sesaat setelah reda nya hujan yang menyisakan tanah licin di kaki gunung. Di lain hari aku menatap mu. Dari tempat yang lebih rendah. Tapi engkau tak tampak di mata ku, begitupun sebaliknya. Buk...