Teruntuk kala yang mencintai senja. Waktu itu sewaktu langit penuh mega hitam dan rintik menjadi butiran tajam jatuh ke bumi. Senja sendirian tak ada suara juga tanpa cahaya. Teruntuk kala waktu itu, Aku tak tau mana yang harus aku kalahkan terlebih dahulu, amarahku atau ego mu Aku tak tau mana yang harus aku pertahankan terlebih dahulu, sabar ku atau cinta ku Ah rasanya terlalu dini untuk bicara perihal cinta. Mencintai diri sendiri saja aku tak tau caranya bagaimana. Saat ini kepala ku benar-benar pusing. Aku ingin berteriak dan menangis sekeras-kerasnya. Tapi sayang aku hanyalah gadis kecil yang terperangkap dalam tubuh dewasa yang tak ingin isaknya terdengar oleh telinga selain telinga ku sendiri. Sama saja kamu khawatir aku pun demikian. Tidak ada bedanya aku terluka, kamu pun tergores pula. Aku ingin pergi meninggalkan ruangan ini barang sejenak saja. Agar jika ada waktu luang bisa kau baca aku pada setiap dinding yang dingin, pada setiap cermin yang menatap sinis d...