(Dimana dongeng bermula) Seorang gadis sedang menggambar matahari untuk ditunjukan pada ibunya. Namun malang tak dapat ditolak untung tak dapat diraih. Sepasang suami istri bangsawan yang sedang melintas melihatnya. Istri bangsawan hamil besar. "Sayang berikan aku lukisan yang dipegang anak itu aku menginginkan nya". Tanpa menunggu ia menghampiri gadis kecil itu. "Hai nak, siapa namamu?" "Aku Fatadra dan aku menyukai matahari" Bangsawan terkekeh "kau menamai dirimu seperti nama kota ini nak" ucap suami bangsawan. "Berikan lukisan itu, kau akan kuberikan hadiah permen" "Lukisan ini untuk ibuku" sang anak menolak Bangsawan yang terbiasa selalu mendapatkan apa yang mereka inginkan tanpa bantahan pun merasa tersinggung dan merebut paksa lukisannya. Sang anak menangis sampai gemetar, sebab tak mampu mempertahankan haknya. Sedang orang-orang yang melihat hanya memberi sumpah serapah secara bisik-bisik. Sebab uang menciptakan sebua...