Malam ini aku ingin terbang, karena tak punya sayap aku memutuskan untuk membeli tiket pesawat, tapi sesampainya di bandara aku kebingungan, gate yang mana, tujuan yang mana yang akan membawa ku padamu. Kau tau kenapa? Ada perasaan yang tak akan pernah sampai dan tak kemana-mana. Ia sendirian duduk di kursi tunggu hingga mentari tenggelam dalam kesibukan siang itu. Uang ku habis dan tiket pesawat nya hangus. Aku berbalik arah pulang ke rumah. Jalan kaki saja, tak mampu bayar taksi yang sedari tadi wara-wiri menawarkan diri. Malam itu hujan, aku basah kuyup. Kau tak tau kan? Iya tentu saja. Kau sedang senang-senang kabarnya. Kaki ku lecet keduanya, aku demam. Besoknya rindu ku sudah hilang. Demam ku pun turun. Tapi kau malah mampir ke rumah ku. Aku kunci pagarnya, kau malah lewat halaman belakang, aku kunci pintu nya kau malah mengetuk jendela. "Ada apa" Tanya ku Kau diam saja. Kau bawakan kue coklat tawar untuk ku, aku suguhkan kau kopi dan kita duduk diam saja ...