Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2020

Balasan surat Allysa

Sudut Kota 30 juni 2020 Untuk Alyssa Hallo Allysa apa kabar? Aku disini sedang dalam keadaan terbaik.   Terimakasih telah mengabariku melalui surat dan maaf agak terlambat menerimanya. Kau tau Allysa ? Tanpa kau minta, dirimu selalu mendapat tempat yang baik dalam doa ku. Ada apa Allysa? Andai kita bisa kembali ke masa lalu dan memperbaiki semua kesalahan, akankah masa depan atau hari ini bisa menjadi lebih baik? apa harus mengulang terlebih dahulu agar masa depan menjadi sempurna. Ada apa Allysa? Apakah sebegitu menyedihkannya, saat sewaku-waktu bisa teringat bahwa banyak hal sempurna di masa lalu yang seharusnya bisa kita bawa ke masa depan malah kita hancurkan dengan tangan kita sendiri. Sebegitu menyedihkannya ya Allysa? Ada apa Allysa? Benarkah tak ada sedikitpun yang telah terjadi hari ini benar-benar sempurna atau paling tidak bisa kita syukuri. Atau mungkin, boleh jadi semua pertanyaan ini sungguh tidak berguna sama sekali. Atau...

Aku yang Membutuhkan-Mu

Aku yang membutuhkan-Mu Engkau tak butuh aku Tapi seringkali aku salah sangka Menganggap aku paling segala dari ribuan antara Aku yang membutuhkan-Mu Engkau tak butuh aku Engkau tetap maha besar Walau aku tak berucap Allahu Akbar Aku yang membutuhkan-Mu Engkau tak butuh aku Maka ampuni aku sebab aku manusia Maka ampuni aku sebab engkau tuhannya Aku yang membutuhkan-Mu Engkau tak butuh aku Engkau tetap maha tinggi Meski aku tak bersujud merendahkan diri Aku yang membutuhkan-Mu Engkau tak butuh aku Engkau tetap maha kaya Meski aku tak bederma pada sesama Aku yang membutuhkan-Mu Engkau tak butuh aku Aku hanya sementara, fana Engkau kekal selamanya, baqa Wahyu Safitri, 14 Juni 2020 Muara Teweh

Surat Alyssa

Kota Kecil, 12 juni 2020 Untuk Robbi Hai Rob, sebelumnya apa kabar? Aku tidak bisa melacakmu dimana saat ini walau aku bisa saja menghubungi kontakmu jika aku mau. Cukup takut rasanya menulis surat ini, aku takut orang lain membacanya sedangkan kau melewatkannya, semoga saja tidak ya. belakangan ini banyak hal terasa sangat kacau dan aku tidak punya pilihan. Malam ini lebih gelap dari biasanya. malam ini untuk sekali lagi, ingin rasanya aku mengambil gawai dan bertindak sedikit curang padanya. Kau tentu tau siapa yang ku maksud. Rob kau tentu tau aku tidak suka terlalu banyak mengkonsumsi kafein. Tapi malam ini rasanya ingin sekali kupinta kau menyeduh segelas kehangatan yang terasa pahit tapi menenangkan pikiran, ya seperti biasanya. Lalu setelahnya kau duduk memberikanku sepasang telinga untuk mengatasi material-material berat yang ku bawa serta, kau menyusunnya menjadi sangat rapi. Rob andai kupinta, pasti kau beri. Tapi, aku agak sungkan tidak memberimu ...