Langsung ke konten utama

Aku yang Membutuhkan-Mu


Aku yang membutuhkan-Mu
Engkau tak butuh aku
Tapi seringkali aku salah sangka
Menganggap aku paling segala dari ribuan antara

Aku yang membutuhkan-Mu
Engkau tak butuh aku
Engkau tetap maha besar
Walau aku tak berucap Allahu Akbar

Aku yang membutuhkan-Mu
Engkau tak butuh aku
Maka ampuni aku sebab aku manusia
Maka ampuni aku sebab engkau tuhannya

Aku yang membutuhkan-Mu
Engkau tak butuh aku
Engkau tetap maha tinggi
Meski aku tak bersujud merendahkan diri

Aku yang membutuhkan-Mu
Engkau tak butuh aku
Engkau tetap maha kaya
Meski aku tak bederma pada sesama

Aku yang membutuhkan-Mu
Engkau tak butuh aku
Aku hanya sementara, fana
Engkau kekal selamanya, baqa


Wahyu Safitri, 14 Juni 2020
Muara Teweh



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rumah Kosong

Sydney adalah sebuah rumah minimalis yang cantik dan sederhana. Berdiri ditengah sebuah kota  kecil yang damai. Pemiliknya adalah harry seorang pria yang kini sudah lanjut usia. Sudah begitu banyak kenangan yang mereka ciptakan bersama. Hari ini Harry akan pindah ke kota yang lebih besar. Hans anaknya telah sukses dalam perantauan dan membeli rumah baru di sana. Karena Hans adalah anak yang berbakti dan sayang dengan keluarganya dia memboyong Harry untuk tinggal bersama dirumah yang lebih mewah. Hari ini cukup berat bagi rumah dan pemilik rumah itu. sydney yang ramah sudah dikenal baik oleh kawanan burung pipit, pohon-pohon perdu bahkan anjing-anjing liar di kota itu. “Duk” sesuatu menimpa atap Lembaran daun kelor yang telah diikat rapi menjadi satu. Sebuah surat dari kawanan burung pipit yang terbang belum jauh dari rumah itu. hampir saja surat itu jatuh tepat diatas kepala Hans yang tengah berbenah di halaman. Namun buru-buru Sydney menahannya dengan talangan di atap yang b...

De Javu

  Selembar schedule tergeletak di meja kerja yang berantakan. Aku hanya menatap santai layar ponsel sambil tangan kanan memegang risol favorit yang ku beli di warung langganan kantor ini. Pikiran ku melesat pada beberapa waktu di masa lampau. Seorang perempuan duduk di barisan bangku paling belakang perkuliahan, main game sambil menunggu giliran maju presentasi di kelas. Gadis paling acuh yang tak bisa diremehkan oleh orang sekitarnya. Berturut-turut menang berbagai lomba yang mengandalkan kejeniusan dengan para senior dan bahkan jadi orang dengan langkah yang paling panjang dikelasnya. Tak bisa diikuti kemalasan seperti itu dia membuat jalan sendiri. "Tahun terakhir harusnya kau lulus kuliah" "Iya aku memang berencana akan lulus" "Tapi kau malah mengemban tanggung jawab lain" "Agak sedikit terlambat, bukan berarti gagal" Aku menghela napas, tersenyum mengingat perulangan keadaan itu seperti dejavu yang terjadi berulang kali. Memoriku kembali mel...

Janji seorang Pengelana

Aku seorang pengelana senja. Dulu sekali ada janji yang belum aku tepati. Hampir saja aku pensiun mengelana tapi janji itu tiba-tiba saja mampir di sudut memori ku. "Kau seorang pengelana kan?" "Aku?" Tanya ku "Temuilah kekasih ku di sebuah lembah kecil, kabar kan padaku tentang kisahnya". Kau tau? Itu adalah permintaan seorang wanita muda hebat yang sedang jatuh cinta. Seperti sabda yang pernah ku baca tentang dua insan yang dikiaskan bak cermin. Wanita hebat itu jatuh cinta pada lelaki luar biasa, dan sudah tentu perasaan itu adalah hal yang luas biasa pula. Aku sudah menjelajahi ribuan kalimat dan memilah-Milah kalimat yang tepat. Maaf mengecewakan mu nona, kekasih mu itu telah wafat.  Bagian terbaiknya aku mendengar gubahan dari laut merah, tentang dia yang juga mencintaimu. Dan tebak apa lagi, cintanya jauh lebih besar. Rindu mu terjawab, tidak jadi satu suara yang kesepian. Ia di dengarkan. Kau tau ? Kekasih mu itu penuh cinta, maaf jika kau sedikit ...