Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2022

Tentang Manusia dan Segala Kompleksitasnya

Kalo kamu cape, istirahat Kalo pengen nangis ya nangis. Jangan waktunya nangis kamu malah ketawa. Gaada yang aneh menjadi berperasaan. Toh kamu menjadi manusia bukan karena orang lain berpendapat kamu adalah manusia. Tentang sedih, senang, dan berbagai hal lainnya. Terkadang, kamu hanya perlu merayakannya. Entah dirayakan sendiri atau berbagi sama ahli psikologi versi kamu.  Nama nya juga hidup. Pahit manis itu udah kaya warna bukan lagi tentang rasa. Kayak lagunya maroon 5 "Not everything is rainbow and butterflies" Nanti, kalo pesta perasaannya udah usai. Kamu bisa menemukan hal baru yang mungkin belum pernah kamu lihat sebelumnya. Hidup itu kayak praktek uji coba di laboratorium canggih loh. Berbagai energi bisa dikonversikan. Kalo sedih ga bisa digantikan senang, ya manfaatin aja rasa sedih nya jadi tulisan, lagu, lukisan, atau energi buat kamu keliling lapangan seratus kali mungkin. Jadi, apa kamu gak tertarik untuk melihat eksperimen apa aja yang bisa dilakukan dengan m...

Janji seorang Pengelana

Aku seorang pengelana senja. Dulu sekali ada janji yang belum aku tepati. Hampir saja aku pensiun mengelana tapi janji itu tiba-tiba saja mampir di sudut memori ku. "Kau seorang pengelana kan?" "Aku?" Tanya ku "Temuilah kekasih ku di sebuah lembah kecil, kabar kan padaku tentang kisahnya". Kau tau? Itu adalah permintaan seorang wanita muda hebat yang sedang jatuh cinta. Seperti sabda yang pernah ku baca tentang dua insan yang dikiaskan bak cermin. Wanita hebat itu jatuh cinta pada lelaki luar biasa, dan sudah tentu perasaan itu adalah hal yang luas biasa pula. Aku sudah menjelajahi ribuan kalimat dan memilah-Milah kalimat yang tepat. Maaf mengecewakan mu nona, kekasih mu itu telah wafat.  Bagian terbaiknya aku mendengar gubahan dari laut merah, tentang dia yang juga mencintaimu. Dan tebak apa lagi, cintanya jauh lebih besar. Rindu mu terjawab, tidak jadi satu suara yang kesepian. Ia di dengarkan. Kau tau ? Kekasih mu itu penuh cinta, maaf jika kau sedikit ...

Rumah Duka

                                 Berlin 10 November 2019 Teruntuk Pra yang melayat dirumah duka ku. Kau tersenyum angkuh di atas peti mati itu. Seakan bicara pada dunia, hanya suara mu yang boleh bergema. Pra di bagian mana aku pernah melukai mu. Ada keegoisan yang kau balut dalam rasa peduli itu. Aku tak sanggup menatap balik dunia yang mengancam ku dengan tatapannya. Aku selalu kalah dan ditertawakan. Pra waktu itu kenapa harus aku yang menjadi pilihannya. Apa aku pernah meminta menjadi bagian dari takdir menyedihkan ini. Aku paham betul bahwa sulit untuk saling mengerti satu sama lain. Tapi pahamilah, kita merupakan dua bagian yang berbeda. Dua sisi yang berhadapan. Aku muak pra dengan semua luka-luka yang menganga dan kian membusuk dalam ingatan ini. Usahaku untuk menyembuhkan diri sudah semaksimal mungkin. Pra aku ingin mengakhiri hidupku. Tapi sepertinya masih ada sisa usia dalam raga Ku. Aku haru...