Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2019

Cerpen

Isyarat  “sejak mentari terbenam sore itu, pagi tak pernah datang lagi” waktu itu, senja merangkak perlahan, katanya mentari kan pulang ke peraduan. Sedang aku, masih dalam perjalanan menembus hujan, alangkah basah aroma tanah yang ku hirup kala itu. Waktu berputar sedikit ke belakang menembus batas ingatan ku. Tak sejalan dengan pacu roda kendaraan yang menggilas jalanan terjal dan bebatuan, ia terus saja melaju kedepan. Sama halnya seperti aku saat berada di hadap senja-senja pada masa sebelumnya. “Pulanglah, engkau telah lama pergi” ucap bias senja tanpa suara. Namun begitulah aku enggan menoleh. “sedikit lagi” pikirku. Sedikit lagi sampai aku pada puncak gunung yang susah payah aku daki, mengorbankan waktu dan tenaga. Aku terlalu letih untuk berhenti barang sesaat kali ini. “Pulanglah, mata air telah menunggumu hingga keruh” bisik senja pada gawai yang setia menyampaikan rindunya padaku. Aku bahkan tak perduli. Hingga suara-suara matahar...

DESTINY

(3) _Mendaftar_ Satu minggu setelah pembicaraan kami di kantin, berakhir di meja stand pendaftaran LPM sukam. “Kok baru daftar dek?” salah seorang kaka penjaga stand nya iseng bertanya. “Iya ka, kemaren banyak yang di kerjain, jadwal kuliah padat.” Jawab Hilma. “Jurusan Apa?” “Aku keguruan, kalau dia perbankan syariah” Hilma menunjuk aku. “Mahasiswa baru ya?” Hilma nyengir mendengar pertanyaan seperti itu. “Aku maba ka, dia udah semester tua” hilma menyahut sambil tertawa “eh?” aku menatap Hilma penuh arti Kaka penjaga stand itu cuman manggut-manggut sambil tersenyum, sepertinya mengerti bahwa Hilma hanya sedang bergurau saat itu, aku lebih memilih diam dan fokus mengisi formulir pendaftaran. Aku dan Hilma datang di hari terakhir pendaftaran, wajar saja di tanyai begitu oleh panitia pendaftarannya. Jujur saat itu aku gak tau apa itu LPM dan gak berusaha cari tau sama sekali, intinya aku mau belajar nulis, thats the point. Proses demi ...

DESTINY

(2) _LPM SUKAM_ Selain suka dengan hal-hal yang berbau kesenian, aku juga suka membaca dan menulis. Disanggar aku masuk divisi sastra. Tapi, ya gitu deh, latarbelakang sanggar tentu lebih kepada bermain teater dan musik. Hari itu cuaca lagi terik-teriknya, dan di kelas aku benar-benar mengantuk. Tadi malam begadang karena latihan teater buat acara pentas ulang tahun sanggar. “nanti habis dzhur makan di kantin yuk” sebuah pesan singkat masuk di handphone ku, dari halimah yang padahal orangnya duduk bersebelahan. “ngapain sih? Kurang kerjaan” aku berbisik langsung padanya Halimah sama sekali tak merespon bahkan asik menatap layar handpone nya, sesekali sok serius memperhatikan layar monitor di depan kelas saat dosen memperhatikan ke arahnya. “gimana?” sebuah pesan dari halimah lagi. Aku menyerah, akhirnya ku balas pesan singkat itu. “iya”. Satu setengah jam berlalu, perkuliahan usai tepat pada pukul 11.30 WIB. Sesuai janji usai sholat zuhur di ...

DESTINY

(1) _FIRST LOVE_ Panggil aku Ayra seorang mahasiswi semester 5 di perguruan tinggi Universitas Islam Negeri Barito Utara Kalimantan tengah. Masuk perguruan tinggi jalur prestasi. Aku adalah orang yang optimis dalam segala hal dan juga realistis. Aku juga orang yang suka hal-hal baru. Semester pertama aku memutuskan masuk menjadi anggota sanggar fakultas, kenapa gak masuk sanggar universitas yang cakupannya lebih luas? Well, karena fall in love at first sight. Dan yang bikin jatuh cinta itu marsnya, aku merasa terhura melihat kekeluargaan mereka di panggung saat pementasan. Hingga   akhirnya aku mendaftar bareng sama salah seorang teman yang satu lokal di bangku perkuliahan. Hasilnya aku bertahan sampai akhir dan jadi anggota penuh tapi temen ku putus di tengah jalan yang biasa kami sebut dengan istilah seleksi alam. Semua berjalan lancar, organisasi kampus dan perkuliahan ku balance sama seperti hasil akhir dalam ilmu akuntasi yang ku pelajari hampir setiap 2 kali s...