Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2021

Dia Kipas Angin

Di ruang ini rasanya sudah ribuan cerita yang dia dengar, jika jadi manusia mungkin sampai termuntah-muntah saking bosannya. Di ruang ini sudah berpak-pak tisu habis di depannya, andai jadi manusia mungkin sudah basah bajunya terkena air mata juga pegal pundaknya menahan peluk yang menyedihkan. Zaman sudah terlalu canggih, jam dinding hanya ada di ruang umum saja, seperti dapur atau mungkin ruang tamu. Banyak yang tergantikan segala macam tetek bengek pajangan di kemas dalam satu bentuk ponsel pintar. Mau lihat tanggal, mau lihat jam, mau menyetel alarm, mau melihat foto tinggal menggeser layar saja. Iya, banyak yang tergantikan, tapi aku enggan menggantikan dia. Selain lebih cocok dengan ruangan ini, dia juga lebih ekonomis tentunya. Seperti biasa dia diam di tempat paling strategis di ruangan ini dan aku di hadapannya. Sunyi. Tapi dia ada, suaranya memberi sedikit kesan tenang. Gawai tak terlalu menarik saat terlalu sedih, sebab separo permasalahan berasal dari sana. Inform...

Kisah yang Terperangkap

  Di sudut kota besar keadaan tak selalu ramai, tidak pula selalu damai. Ada ratusan bahkan mungkin ribuan cerita terperangkap dalam lorong-lorong gelap, terhalang oleh tembok-tembok raksasa yang menjulang tinggi ke langit. Dalam kehidupan makhluk yang bernama manusia, perang tak pernah berakhir. Seorang bocah linglung dengan memar di sekujur tubuhnya. Bukan, bukan tak ada yang perduli. Hanya saja, tak ada yang tau, tak ada yang melihat. Ini sudut di kota besar dalam dunia yang luas. Hanya sebagian kecil   seperti titik atau bahkan lebih kecil dari itu. Beberapa tikus dari selokan kotor berlalu-lalang, tak perduli dan tak kenal takut pada bocah itu. iya, memang begitu seharusnya. Tikus yang lapar dan seorang anak kecil yang tak berdaya, mereka tidak memiliki kepentingan untuk saling sapa. Berjalan beberapa langkah dari lorong gelap adalah jalan utama di kota besar, terdapat toko-toko makanan, pakaian, perhiasan berjejer rapi sebagai topeng sekaligus sebagai bukti sah mel...

Seribu Pertanyaan

Malam sedang teduh, suara jangkrik bersahutan dan rembulan menyinari sebagian bumi dengan terang setelah hujan. " Yang salih itu tidak akan bertemu dengan yang salah, maksiat itu tidak akan bertemu dengan taat. Sederhana " suara tausiyah seorang ustadz terdengar dari YouTube beriringan dengan nada ketikan papan keyboard laptop. Seorang gadis tengah khusyu mengerjakan beberapa dokumen di kamarnya yang nyaman. "Gina ( tok-tok )" lamat-lamat terdengar suara pintu di ketok dari arah luar semakin lama semakin keras sebab tak mendapat jawaban Gadis itu tersadar dan mem- pause video yang sedang di putar nya. "Iya tunggu sebentar" ucapnya panik sambil mencari jilbab dan baju kurung yang akhirnya ia comot sembarangan dari lemari ibunya. "Ada apa?" Tanya Gina saat membuka pintu rumah dan mendapati tamunya sedang berdiri memunggungi pintu menghadap ke jalan dengan bahasa tubuh cemas "Gina beberapa hari ini Irma ada pinjam sepeda motor Ka...

Tuan Sherif

  Jauh di Utara Afrika, padang pasir membentang dari samudera Atlantik hingga ke Laut Merah. Tandus dan gersang. Seorang gadis tampak tersesat dan kehilangan arah, kalah oleh gunung-gunung pasir yang berubah arah tanpa dapat diprediksi. Namun itu beberapa waktu yang lalu, kini tinggallah seorang sherif dengan daerah kekuasaan nya yang luas itu sendirian. Menatap dengan ingatan yang mungkin akan ia putar ber-ulang-ulang, setiap kali memandang jauh kedepan. Iya, gadis itu telah ditolong oleh seorang sherif yang terkenal di gurun sahara. Dan hari ini, setelah waktu-waktu berlalu dengan kebisuan, tepat ketika matahari menyapa seekor rajawali datang dengan sebuah surat di cengkraman cakarnya. Tuan sherif yang terhormat, surat ini dari seorang gadis petualang yang kala itu kau dapati dalam keadaan payah lagi kebingungan. Ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya untuk anda karena telah menyuguhkan sebotol air saat saya kehausan di tengah badai gurun yang mengamuk. Terimakasih pula s...