Di ruang ini rasanya sudah ribuan cerita yang dia dengar, jika jadi manusia mungkin sampai termuntah-muntah saking bosannya. Di ruang ini sudah berpak-pak tisu habis di depannya, andai jadi manusia mungkin sudah basah bajunya terkena air mata juga pegal pundaknya menahan peluk yang menyedihkan. Zaman sudah terlalu canggih, jam dinding hanya ada di ruang umum saja, seperti dapur atau mungkin ruang tamu. Banyak yang tergantikan segala macam tetek bengek pajangan di kemas dalam satu bentuk ponsel pintar. Mau lihat tanggal, mau lihat jam, mau menyetel alarm, mau melihat foto tinggal menggeser layar saja. Iya, banyak yang tergantikan, tapi aku enggan menggantikan dia. Selain lebih cocok dengan ruangan ini, dia juga lebih ekonomis tentunya. Seperti biasa dia diam di tempat paling strategis di ruangan ini dan aku di hadapannya. Sunyi. Tapi dia ada, suaranya memberi sedikit kesan tenang. Gawai tak terlalu menarik saat terlalu sedih, sebab separo permasalahan berasal dari sana. Inform...