Langsung ke konten utama

Postingan

Cerpen_Lily

Lily Was a Little girl “semesta terlambat untuk kisahnya, semoga semesta tidak melewatkan kisah ku” (Lily) suatu malam di Bumi Tuhan Aku Lily seorang gadis yang beruntung. Seorang jelita pernah masuk ke dalam jiwaku, menjelma menjadi aku dan dengan terus terang ia katakan padaku bahwa mataku membuatnya iri. “Banyak wanita cantik di dunia ini Llily. Namun, engkaulah yang paling cantik di mataku. Semesta sudah terlambat untuk sebuah kisah, aku harap semesta tidak melewatkan kisah mu kali ini.” “ mata mu Lily, aku iri. Bagaimana tidak? Ada alam semesta di dalamnya, dengan gunung-gunung terhampar, udara bersih dan mata air kehidupan memancar juga di sana.” Engkau pastilah tak percaya, jelita itu datang dari bagian-bagian rumahku, sungguh aku tidak mengada-ngada perihal ini. Suatu siang di tengah mimpi- mimpi yang tengah aku perjuangkan dalam tidurku, suara berisik dari tengah ruangan membuat aku terjaga. Segala bagian dari sudut rumah mulai berkumpul membentuk kombin...

Malam di Sudut Kota

Di sudut kota, mimpi-mimpi ricuh sebab malam selalu menggerutu panjang pada jalan raya besar serta kedai kopi yang selalu mengepul anggun anak anak kota  lebih suka menghitamkan mata daripada menghitamkan kulit katanya ah lelap malam menggerutu hingga lelap tanpa sempat bermimpi lagi dalam pekatnya sekalipun malam tetap benderang di sudut kota Wahyu safitri Banjarmasin, Kamis (07/03) 

Sajak Sederhana

Sajak ini sederhana Sesederhana aksara ku Yang mengaksarakanmu tanpa aturan baku Sajak ini sederhana Sesederhana bangun tidurku Yang terbangun tidak membangunkan diri Atas langitmu yang berkilau Dan bintang nya nan jelita Wahyu Safitri Banjarmasin,24/12/2018

Siluet Merah Jambu

Di sudut ruang kecil itu kau terperangkap bersama siluet merah jambu yang kini hanya jadi monokrom berdebu kata kita kau abadi tapi tuhan ber-kalam dia abadi Biarlah waktu bosan sendiri Mengurai engkau yang kusut di gumpalan merah tua itu Di sudut ruang kecil itu Tidak lagi kau Tidak lagi kita Tapi aku sendiri Wahyu Safitri Banjarmasin 17-12-2018

Senja Akan Tetap Pergi Andai Mentari Tak Kembali

Dalam keramahan desauan angin  senja bercerita bagaimana ia tiba mengendap-endap diantara dentingan detik itu menahan malam yang mendesak gelap melepas kehangatan pagi perlahan  senja tak pernah berjanji akan kembali namun ia pasti akan pergi menjemput malam hari itu senja mengeluh resah mendung menghapus rona jingganya seakan mengatakan mentari tak akan tiba keluhnya hanya napas hampa yang tercekat di kerongkongan langit bukan tak perduli senja hanya memenuhi takdir-Nya senja akan tetap pergi andai mentari tak kembali Wahyu Safitri   Banjarmasin, 16- Desember-2018