Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Sekata

Ribuan kata itu menggerutu Pada batu jalanan kota mu Jangan ikut campur katanya Ini luka ku   Kata demi kata tercecer Dari buku kau tenteng itu Berhamburan terbang bebas Penuh di rongga dadaku   Sesak kau tau Memang kemana akan ku bawa Ku buang Ku bakar Atau ku robek saja Ah jangan bercanda   Hanya diksi-diksi itu yang aku punya Membakar puisiku Memusnahkan aku Jangan bercanda kataku   Puisiku tinta permanen Puisi yang bebas Milik siapa saja Siapa saja yang jatuh hati padanya  

Rumah Kosong

Sydney adalah sebuah rumah minimalis yang cantik dan sederhana. Berdiri ditengah sebuah kota  kecil yang damai. Pemiliknya adalah harry seorang pria yang kini sudah lanjut usia. Sudah begitu banyak kenangan yang mereka ciptakan bersama. Hari ini Harry akan pindah ke kota yang lebih besar. Hans anaknya telah sukses dalam perantauan dan membeli rumah baru di sana. Karena Hans adalah anak yang berbakti dan sayang dengan keluarganya dia memboyong Harry untuk tinggal bersama dirumah yang lebih mewah. Hari ini cukup berat bagi rumah dan pemilik rumah itu. sydney yang ramah sudah dikenal baik oleh kawanan burung pipit, pohon-pohon perdu bahkan anjing-anjing liar di kota itu. “Duk” sesuatu menimpa atap Lembaran daun kelor yang telah diikat rapi menjadi satu. Sebuah surat dari kawanan burung pipit yang terbang belum jauh dari rumah itu. hampir saja surat itu jatuh tepat diatas kepala Hans yang tengah berbenah di halaman. Namun buru-buru Sydney menahannya dengan talangan di atap yang b...

Katakan Lalu Buktikan

Hai, namaku Rayu. Aku pernah membaca tulisan entah di mana. Isinya kurang lebih seperti ini : “Tangan ku yang menulis, tangan Tuhan yang menggerakan”. Hari ini terasa sangat kacau. Ya, ini bukan yang pertama kalinya. Aku tak punya teman berbagi. Tentu saja, tidak ada teman berbagi cerita. Karena semua orang juga sedang sibuk dengan sakit kepalanya masing-masing. Sekarang aku mengerti kenapa ada banyak sekali orang yang bunuh diri atau merusak dirinya sendiri. Namun, nasib baik aku kenal Tuhan ku lebih dulu dari semua keadaan menyebalkan ini. Tuhan bilang kematian itu bukan akhir dari segalanya tapi awal kehidupan yang baru, lalu Dia tambahkan kalimat yang menyatakan dia benci tindakan mengakhiri nyawa sendiri. Aku bergidik sendiri mengingatnya. Mungkin aku tidak jauh berbeda. Hanya saja,  bukan takut rasa sakit karena bunuh diri. Tapi aku takut tidak punya kesempatan secuil bertemu Tuhan dengan pertemuan yang menyenangkan. Aku putuskan pergi keluar rumah untuk berolahraga atau lebi...

Balasan surat Allysa

Sudut Kota 30 juni 2020 Untuk Alyssa Hallo Allysa apa kabar? Aku disini sedang dalam keadaan terbaik.   Terimakasih telah mengabariku melalui surat dan maaf agak terlambat menerimanya. Kau tau Allysa ? Tanpa kau minta, dirimu selalu mendapat tempat yang baik dalam doa ku. Ada apa Allysa? Andai kita bisa kembali ke masa lalu dan memperbaiki semua kesalahan, akankah masa depan atau hari ini bisa menjadi lebih baik? apa harus mengulang terlebih dahulu agar masa depan menjadi sempurna. Ada apa Allysa? Apakah sebegitu menyedihkannya, saat sewaku-waktu bisa teringat bahwa banyak hal sempurna di masa lalu yang seharusnya bisa kita bawa ke masa depan malah kita hancurkan dengan tangan kita sendiri. Sebegitu menyedihkannya ya Allysa? Ada apa Allysa? Benarkah tak ada sedikitpun yang telah terjadi hari ini benar-benar sempurna atau paling tidak bisa kita syukuri. Atau mungkin, boleh jadi semua pertanyaan ini sungguh tidak berguna sama sekali. Atau...

Aku yang Membutuhkan-Mu

Aku yang membutuhkan-Mu Engkau tak butuh aku Tapi seringkali aku salah sangka Menganggap aku paling segala dari ribuan antara Aku yang membutuhkan-Mu Engkau tak butuh aku Engkau tetap maha besar Walau aku tak berucap Allahu Akbar Aku yang membutuhkan-Mu Engkau tak butuh aku Maka ampuni aku sebab aku manusia Maka ampuni aku sebab engkau tuhannya Aku yang membutuhkan-Mu Engkau tak butuh aku Engkau tetap maha tinggi Meski aku tak bersujud merendahkan diri Aku yang membutuhkan-Mu Engkau tak butuh aku Engkau tetap maha kaya Meski aku tak bederma pada sesama Aku yang membutuhkan-Mu Engkau tak butuh aku Aku hanya sementara, fana Engkau kekal selamanya, baqa Wahyu Safitri, 14 Juni 2020 Muara Teweh

Surat Alyssa

Kota Kecil, 12 juni 2020 Untuk Robbi Hai Rob, sebelumnya apa kabar? Aku tidak bisa melacakmu dimana saat ini walau aku bisa saja menghubungi kontakmu jika aku mau. Cukup takut rasanya menulis surat ini, aku takut orang lain membacanya sedangkan kau melewatkannya, semoga saja tidak ya. belakangan ini banyak hal terasa sangat kacau dan aku tidak punya pilihan. Malam ini lebih gelap dari biasanya. malam ini untuk sekali lagi, ingin rasanya aku mengambil gawai dan bertindak sedikit curang padanya. Kau tentu tau siapa yang ku maksud. Rob kau tentu tau aku tidak suka terlalu banyak mengkonsumsi kafein. Tapi malam ini rasanya ingin sekali kupinta kau menyeduh segelas kehangatan yang terasa pahit tapi menenangkan pikiran, ya seperti biasanya. Lalu setelahnya kau duduk memberikanku sepasang telinga untuk mengatasi material-material berat yang ku bawa serta, kau menyusunnya menjadi sangat rapi. Rob andai kupinta, pasti kau beri. Tapi, aku agak sungkan tidak memberimu ...

Puisiku

Suatu waktu aku akan hilang Dalam hening yang tenang Suatu waktu mungkin aku pergi Dalam waktu yang berlari Kau tau kan? Aku suka puisi Meski kau tiada di dalamnya Puisiku Sedang aku tulis Agar nanti bisa selalu kau baca Lalu kau berlogika mencari maknanya Puisiku Aku menulisnya dengan waktu Jadi jangan baca buku Baca saja aku

Destiny

(4) _ Hukuman_ Well, anggap saja karena manajemen waktu yang kurang berhasil, aku meninggalkan beberapa kegiatan pra pelatihan jurnalistik tingkat dasar (PJTD), itu merupakan salah satu syarat wajib untuk bisa menjadi anggota penuh di LPM Sukam. Dan tibalah waktu screening test yang dimulai satu hari sebelum PJTD. “Ayra Saputri, maju!” salah seorang panitia laki-laki berambut gondrong memangil namaku dengan nada marah. “what the hell?” aku membatin.              Ini hal klasik yang sudah aku pahami, aku pernah melalui jalan yang sama untuk tujuan berbeda. Ya, aku kenal betul drama ini dan paham bahwa kesalahan ku memang pas untuk aku menjadi target sasaran empuk. Hilma menatap khawatir dari kursinya, aku cukup mengerti ini pertama kali bagi Hilma. Aku maju dengan santainya, kemudian nama-nama lainya di sebut. “Kalian yang didepan ini serius gak sih mau menjadi seorang jurnalis?” “Serius” ucap kami serempak “Bohong!” ...

Paradise

"kali ini tidak hanya perasaan ku, tubuh ku juga ikut berpatah hati" (Anne) Bagi seorang penyair, patah hati terdalam adalah puisi terbaik. Kabar baiknya aku bukanlah seorang penyair atau sejenisnya, hanya saja aku suka menulis. Aku Anne bukan ant. Seorang gadis kecil yang telah dikenal baik oleh orang-orang yang menghabiskan hidupnya untuk bekerja keras demi perut di malam hari di bawah sinar rembulan, jika tidak mendung atau sedang turun hujan. Aku punya mimpi-mimpi besar yang sama sekali tidak ingin aku wujudkan. Salah satunya membuat dunia hanya diisi oleh orang-orang kaya raya dan baik. tidak ada rampok, gelandangan, koruptor, penguasa dzalim, buaya darat baik itu betina ataupun jantan dan lain sebagainya. Ya, seandainya saja itu terwujud   aku pastilah tuhan, dan tuhan tidak akan melakukan itu. sebab hidup ini telah dirancang untuk mempunyai banyak warna. Hitam, putih dan abu-abu. Ada yang jahat agar baik terlihat. Masing-masing menjadi pengajaran ...